Pilih jumlah yang akan Anda donasikan tiap Bulan
Pilih jumlah yang akan Anda donasikan
0 Donasi
Ramadan mengajak kita berefleksi tentang makna yang ingin kita tinggalkan setiap tahun.
Di momen ini, saya ingin berbagi harapan yang nyata.
Di banyak tempat di Indonesia, anak-anak berangkat ke sekolah dengan mimpi besar.
Semangat mereka tidak pernah kurang—yang sering kali kurang adalah kesempatan belajar yang layak, terutama kemampuan paling dasar: membaca dan menulis.
Ketika Mimpi Bertemu Keterbatasan
Di 8 sekolah dasar dampingan YAPPIKA-ActionAid di Kabupaten Bima, terdapat 888 anak yang bersekolah (470 laki-laki, 418 perempuan).
Mereka belajar di ruang kelas dengan kondisi yang jauh dari ideal—lantai retak, atap bocor, dan plafon berjamur. Saat panas, kelas menyengat. Saat hujan, air masuk dan mengganggu proses belajar.
Tantangannya bukan hanya soal fasilitas.
Hasil assessment menunjukkan:
Ini berarti banyak anak mengikuti pembelajaran tanpa benar-benar memahami isinya karena kemampuan dasar membaca dan menulis belum terbentuk.

Ketimpangan yang Nyata
Membaca dan menulis adalah fondasi belajar.
Tanpa kemampuan ini, anak-anak akan terus tertinggal.
Di kota besar, banyak anak sudah lancar membaca sejak dini.
Sementara di daerah seperti Bima, anak-anak masih berjuang mengenal huruf.
Di sinilah literasi menjadi soal hak dan keadilan.
Harapan Itu Nyata
Pendekatan belajar yang tepat dan dukungan yang konsisten terbukti membawa perubahan.
Di SDN Sowa, pendampingan belajar bersama YAPPIKA-ActionAid berhasil menurunkan angka anak yang belum bisa membaca menjadi 11,63%.
Perubahan nyata terjadi saat banyak hati baik bergerak bersama.
Di Sini Peran Kita Dimulai
Setiap Rp80.000 yang terkumpul membantu menyediakan 1 paket alat belajar dasar untuk kebutuhan satu anak selama satu semester, berisi:
Buku tulis memiliki batas pemakaian, sementara masa belajar anak SD berlangsung hingga 6 tahun.
Tanpa dukungan berkelanjutan, banyak anak terpaksa belajar tanpa buku tulis yang cukup.
Sederhana, tetapi krusial.
Karena bagi sebagian anak, alat belajar dasar seperti ini bukan sesuatu yang mudah mereka miliki.
Satu Kebaikan, Dampak Panjang
Bagi kita, ini mungkin hanya satu donasi. Namun bagi mereka, ini bisa berarti:
• Alat belajar pertama yang benar-benar mereka miliki.
• Keberanian untuk tetap datang ke sekolah tanpa rasa minder.
• Keyakinan bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya mematikan harapan untuk terus belajar dan menatap masa depan.
TUNAIKAN KEBAIKANMU HARI INI DAN BANTU LEBIH BANYAK ANAK UNTUK MERAJUT MASA DEPANNYA.